Waterproofing coating sebenarnya adalah pembentukan lapisan kedap air pada permukaan beton sebelum langkah finishing dilakukan. Seperti kita ketahui bahwa lapisan ini sangat penting untuk dibuat karena masalah perembesan air sangat rawan terjadi. Di Negara kita ini bahkan masalah tersebut menghantui dengan tingkat resiko yang besar di banding negara lain. Pasalnya Indonesia beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi di musim penghujan.

Pengaplikasian waterproofing menjadi alternatif terbaik dalam mengatasi masalah ini. Adapun metode coating cenderung dipilih karena lebih praktis dan mampu memberikan ketahanan terhadap struktur beton sejak pembangunan gedung terselesaikan.

Kami rasa diantara pembaca semua masih banyak yang belum pernah tahu seperti apa pengerjaannya dan bagaimana tahapan demi tahapan dilakukan. Oleh sebab itu di bawah ini kami sengaja merangkum langkah  – langkah kerja pada proyek waterproofing coating sebagaimana kami kutip dari salah satu situs kontraktor bernama Rekonstruksi.com.

Langkah – Langkah Mengaplikasikan Waterproofing Coating

  1. Mengecek, merapikan, dan membersihkan permukaan beton.

Seperti yang sedikit kami singgung di atas bahwa lapisan kedap air menggunakan metode ini dikerjakan ketika proyek pembangunan belum masuk tahap finishing. Karena itu lebih dulu harus melakukan tindakan pengecekan untuk kemudian hasilnya ditindaklanjuti dengan upaya yang dibutuhkan.

Bila permukaan beton belum cukup rata maka perlu untuk  merapikannya baik dengan memberikan tambahan adukan atau sekedar acian semen. Tindakan pembersihan permukaan beton dari limbah – limbah sisa pekerjaan seperti potongan kawat dan sobekan kertas semen juga tak boleh terlewatkan. Setelah permukaan beton dinilai sudah benar – benar siap maka barulah masuk ke tahap ke dua.

 

  1. Menerapkan waterproofing pada permukaan beton.

Menerapkan waterproofing pada permukaan beton

Pada proses penerapan waterproofing biasanya para pekerja akan memulainya dengan mendahulukan bagian sudut area serta pertemuan antara sisi area dengan tembok. Alat yang dipakai untuk memberikan coating adalah adalah kuas maupun roll. Kedua alat ini dipilih karena pada pengaplikasiannaya lapisan kedap air berwujud cair. Jadi pada dasarnya pembuatan coating hanya perlu menggoleskannya pada permukaan dak beton.

 

  1. Memperkuat lapisan dengan serat fiber

Karena olesan waterproofing yang sudah kering hanya berupa lapisan tipis maka agar lebih kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca mampu menahan teriknya sinar matahari lapisan serat fiberglass pun ditambahkan. Serat fiber sendiri ditempelkan dengan menggunakan zat tambahan sebagai perekatnya.

 

  1. Membentuk ketebalan sesuai rencana

Ketebalan dari keseluruhan lapisan waterproofing dibuat menyesuaikan gambar kerja yang sebelumnya telah ditentukan. Sebetulnya agar bisa mendapatkan ketahanan yang maksimal terhadap penetrasi air minimal ketebalannya adalah 20 cm.

Itulah langkah demi langkah yang perlu dikerjakan pada saat penerapan waterproofing coating. Dengan mengetahui informasi tersebut anda bisa lebih mudah untuk mengevaluasi pekerjaan dari kontraktor yang anda pilih.