Vertical blind benar-benar disukai jadi penutup jendela kaca sebab mempunyai biaya yang benar-benar dapat dijangkau. Lebih dari 60% ruangan perkantoran memakai skema ini.

Ukuran standar pabrikan yang berlaku pada umumnya

Ukuran standar pabrikan yang berlaku pada umumnya

Vertical blind mempunyai satu skema dengan dua penataan di tiap sistemnya:
1. Tali: dipakai untuk menggeser bilah-bilah mengarah kiri/ kanan.
2. Rantai: dipakai untuk merotasi masing-masih bilah dengan vertical sebesar 180 derajat.
– vertical blind –
Lebar maks.: 6 m
Lebar yang dianjurkan: < 3 m
Tinggi maks.: 6 m
Tinggi yang dianjurkan: < 3 m

Horizontal blind mempunyai nama lain yakni venetian blind/ slimline blind/ kerai. Adalah penutup jendela kaca yang terbagi dalam bilah-bilah alumunium tipis yang beragam warna (bilah-bilah alumunium ini kadang diganti oleh bahan kayu di tipe wooden blind, tetapi biaya wooden blind cukup mahal). Bahan alumunium horizontal blind lumayan berat jadi lebar yang dianjurkan optimal 2 mtr. Dengan tinggi 1,lima mtr.. Horizontal blind mempunyai satu skema dengan dua penataan di tiap sistemnya:
1. Tali: dipakai untuk mempesona bilah-bilah ke atas.
2. Tongkat: dipakai untuk merotasi masing-masih bilah dengan horizontal sebesar 180 derajat.
– horizontal blind –
Lebar maks.: 6 m
Lebar yang dianjurkan: < 2 m
Tinggi maks.: 6 m
Tinggi yang dianjurkan: < 2 m

Roller blind memakai skema penggulungan dengan simetris hingga bahan kain yang melintang tergulung prima. Roller blind mempunyai tiga skema dengan satu penataan di tiap sistemnya:
1. Skema rantai: menggulung bahan kain keatas atau turunkan ke bawah.
2. Skema per: memiliki satu tali yang dipakai untuk turunkan bahan kain ke bawah (roller mampu berhenti dengan automatis saat tali dilepaskan)
3. Skema motor: menggulung atau turunkan kain dengan motorized dengan remote.
– roller blind –
Lebar maks.: 2,8 m
Lebar yang dianjurkan: < 2 m
Tinggi maks.: 7 m
Tinggi yang dianjurkan: < 3 m